Perkara aib atau kekurangan adalah hal manusiawi yang dimiliki setiap orang. Sebab tidak ada manusia yang luput dari salah dan kekhilafan. Aib dapat diartikan sebagai cacat atau kekurangan. Semua manusia tentu tidak ingin aibnya tidak diketahui orang lain. Namun, acapkali kita sendiri tak sadar mengumbar dan menyebarkan aib (kekurangan) orang lain. Bahkan lebih parahnya, aib tersebut disampaikan secara sadar. Kita tidak sadar telah menggunjing orang lain seakan-akan diri kita lebih baik dan sempurna. Padahal, kita dianggap baik oleh orang karena Allah menutupi aib kita. Bagaimana tanda Allah menutup Aib seseorang? Pesan ulama kharismatik Yaman Al-Habib Umar Bin Hafizh ini patut kita renungi untuk dijadikan pelajaran. Berikut pesannya dilansir kanal @berkatguru_sekumpul. " Ada manusia kala ini amalannya ibarat gunung di dunia, namun di akhirat umpama debu yang berterbangan, karena hatinya. Kedengkian sesama muslim itu adalah suatu pen...