Al-Baqarah, ayat 7. {Ø®َتَÙ…َ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙ‰ Ù‚ُÙ„ُوبِÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ سَÙ…ْعِÙ‡ِÙ…ْ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ Ø£َبْصَارِÙ‡ِÙ…ْ غِØ´َاوَØ©ٌ ÙˆَÙ„َÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7) } Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Khatamallahu, menurut As-Saddi maknanya ialah "Allah mengunci mati." Al-Baqarah ayat 8-9 Menurut Qatadah, ayat ini bermakna "setan telah menguasai mereka, mengingat mereka taat kepada keinginan setan, maka Allah mengunci mati kalbu dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka terdapat penutup. Mereka tidak dapat melihat jalan hidayah, tidak dapat mendengarnya, tidak dapat memahaminya, dan tidak dapat memikirkannya". Ibnu Juraij mengatakan bahwa Mujahid pernah mengatakan sehubungan dengan makna khatamallahu 'ala qulubihim, bahwa makna at-tab'u ialah dosa-dosa telah melekat di hati dan meliputinya dari semua sisinya hingga menutupinya dengan rapat. Istilah menutup inilah yang dinamaka...