Langsung ke konten utama

Postingan

Doa agar Terhindar dari Hilangnya Nikmat & Bencana yang Tiba-Tiba

Ketika banyak muncul bencana tiba-tiba seperti gempa, banjir, kebakaran  dan musibah lainnya hendaknya kita memperbanyak membaca doa berikut. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ, وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ, وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ, وَجَمِيعِ سَخَطِكَ Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu (bencana) secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu.  (HR. Muslim) Maksud dari kata-kata ( فَجْأَةِ نِقْمَتِكَ)  “siksa yang tiba-tiba” adalah bencana dan musibah yang tiba-tiba, hal ini lebih parah daripada bencana yang tidak datang tiba-tiba. Syaikh Abdul Mushin Az-Zamili menjelaskan, ﻓﺠﺄﺓ ﺍﻟﻨﻘﻤﺔ ﺃﻭ ﻓﺠﺎﺀﺓ ﺍﻟﻨﻘﻤﺔ ﻣﻦ ﺑﻼﺀ ﺃﻭ ﻣﺼﻴﺒﺔ ﻳﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺳﺒﻘﻪ ﺷﻲﺀ ﺑﺄﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﺠﺄﺓ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺧﻒ “Siksa yang tiba-tiba yaitu berupa bencana atau musibah yang datang secara mendadak.Tentunya berbeda dengan musibah yang didahului oleh sesuatu (sebagai ...

Do'a merukunkan suami istri yang akan cerai

Oleh : YD1JNI Ustadz Yachya Yusliha. Doa Agar Suami Istri Tidak Jadi Cerai Doa Agar Tidak Jadi Cerai Doa Agar Tidak Jadi Cerai -  adalah suatu tindakan yang halal namun dibenci oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'aala.  Karena akibat dari perceraian itu akan mendatangkan mala petaka di dalam rumah tangga.  Oleh karena itu, sebagai orang tua yang akan mencoba sedapat mungkin mencoba merukunkan kembali anak-anak yang akan bercerai itu.  Jika dengan jalan menashihati tidak berhasil, maka memintanya berdo'a memohon kepada Allah subhaanahu Wa Ta'aala untuk memohon pertolongan kepada-Nya Bacaan / do'a untuk merukunkan suami yang akan bercerai “Wa Alqoitu 'Alaika Mahabbatan Minnii Walitushna'a' Alaa 'Ainii“ Artinya: “Aku akan menjatuhkan kepadamu rasa kecintaan dariku dan agar diperbuat oleh kamu atas mataku“. Keterangan: Dengan membaca Surat Al Fatihah sebanyak tujuh kali.  Kemudian membaca Surat Al Ikhlash sebanyak sebelas kali, kemudian pada sepertiga ...

Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Para Wanita terpotong tangannya

Oleh : YD1JNI Ustadz Yachya Yusliha. Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha – Para Wanita terpotong tangannya Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha  Allah Yang Maha kuasa menguatkan Nabi Yusuf as di muka bumi. Setelah dibuang disumur dan dijual di pasar ia kemudian tinggal di rumah seorang pria yang berkuasa dan Allah SWT akan mengajarinya takwil mimpi. Hari demi hari berlalu. Nabi Yusuf as pun semakin tumbuh menjadi dewasa.  Nabi Yusus as oleh Allah diberi kemampuan untuk mengendalikan suatu masalah dan ia diberi pengetahuan tentang kehidupan dan peristiwa peristiwanya. Ia juga diberi kemampuan berdialog yang dapat menarik simpati orang yang mendengarnya. Nabi Yusuf as diberi kemuliaan sehingga ia menjadi pribadi yang agung dan tak tertandingi.  Tuannya mengetahui bahwa Allah SWT memuliakannya dengan mengiim Nabi Yusuf as padanya. Ia mengetahui bahwa Nabi Yusuf memiliki kejujuran, kemuliaan, dan istiqamah (keteguhan) lebih dari siapaun yang  pernah ia temui dalam...

8 Tahap Perjalanan Hidup Setelah Mati, Sejak Malam Pertama di Alam Kubur hingga Lewati Ini

Bandung -  Kematian  bukan menjadi akhir dari segalanya. Sejatinya kematian adalah awal dari mulainya episode di dalam kehidupan. Bukanlah menjadi kemusnahan melainkan suatu pembaharuan serta perpindahan awal hidup sebenarnya. Kehidupan setelah mati menurut Islam, mati merupakan sesuatu yang pasti untuk setiap makhluk yang bernyawa,seperti itulah firman Allah. Kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah sebuah permainan dan tempat singgah untuk sementara saja. Dalam dunia Islam, kita mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Nah, Akan mengulas bagaimana kehidupan setelah mati. Dilansir dari kitab aqidah ialam   berikut  8 tahap kehidupan setelah mati menurut Islam: 1. Alam Barzakh (Alam Kubur) Kehidupan setelah mati menurut islam yang pertama adalah alam kubur. Alam kubur merupakan tempat persinggahan pertama setelah mati. YD1JNI

Bagaimanakah Kita Menyikapi Tahun Baru Masehi?

Bagaimanakah Kita Menyikapi Tahun Baru Masehi? Redaksi Muslimah.Or.Id  December , 2018  Diantara kebiasaan orang dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai  ngetrend  di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru.  Sebenarnya bagaimana Islam memandang perayaan tahun baru? Bolehkah Merayakannya? Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at.  Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim. Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah  Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi  S...

Keutamaan malam jum'at

Kamis, 6 Desember 2018 Keutamaan Malam Jumat Menurut Islam Banyak Keistimewaanya  Oleh : Ustadz Yachya Yusliha Keutamaan Malam Jumat  – Hari Jumat merupakan hari yang begitu dimuliakan oleh Allah SWT sehingga juga banyak keutamaan malam Jumat. Bahkan Sayyidina Ali pernah menyebut bahwasannya hari Jumat adalah hari raya untuk umat muslim yang selalu ada di setiap minggunya.   Maka dari itu alangkah baiknya apabila kita tingkatkan lagi ibadah kepada Allah SWT pada hari Jumat dan juga malam Jumat. Agar ibadah kita semangat lagi dalam beribadah berikut ini kita akan mengulas tentang keutamaan malam jumat yang bisa kita ketahui. Keutamaan Malam Jumat Lebih Utama Dari Pada Malam 7 Hari yang Lainnya http://Yachyayusliha.blogspot.com   Seperti pernyataan dari Ali bin Abi Thalib (Karomallohu Wajhah) yang berkata: “Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaann...

Keagungan Alloh swt

Al-Ikhlas, ayat 1-4 قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4) Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Dalam pembahasan yang terdahulu telah disebutkan latar belakang penurunannya. Ikrimah mengatakan bahwa ketika orang-orang Yahudi berkata, "Kami menyembah Uzair anak Allah." Dan orang-orang Nasrani mengatakan, "Kami menyembah Al-Masih putra Allah." Dan orang-orang Majusi mengatakan, "Kami menyembah matahari dan bulan." Dan orang-orang musyrik mengatakan.”Kami menyembah berhala." Maka Allah menurunkan firman-Nya kepada Rasul-Nya: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} Katakanlah.”Dialah Allah Yang Maha Esa.”  (Al-Ikhlas: 1) Yakni Dialah Tuhan Yang Satu, Yang Esa, Yang tiada tandingan-Nya, tiada pembantu-Nya, tiada lawan...